Oleh : Arni Kurnia Sari, S.E

Hari Valentine sering kali identik dengan perayaan kasih sayang bersama pasangan. Namun, esensi sebenarnya dari cinta adalah bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Menjaga kesehatan mental di hari ini bukan hanya tentang menghindari rasa kesepian, tetapi tentang membangun fondasi jiwa yang kuat.
Hari Valentine juga tidak harus selalu tentang cokelat, bunga, atau makan malam mewah bersama pasangan. Bagi banyak orang, tekanan media sosial dan ekspektasi publik sering kali memicu kecemasan atau perasaan rendah diri.
Merawat Hati, Menjaga Jiwa: Pesan Kesehatan Mental di Hari Valentine
Sebagian orang, 14 Februari bisa menjadi hari yang penuh tekanan. Ekspektasi sosial terhadap keromantisan sering kali memicu kecemasan atau perasaan “kurang” jika sedang melajang atau memiliki hubungan yang sulit.
Berikut adalah cara merawat hati dan jiwa Anda:
1.Prioritaskan Self-Love (Kasih Sayang Diri)
Perasaan sedih atau terasing saat melihat orang lain merayakan hubungan mereka adalah hal yang valid. Mengakui bahwa Anda merasa kesepian justru merupakan langkah awal merawat jiwa agar tidak terbebani oleh standar kebahagiaan orang lain.
Cinta paling murni dimulai dari dalam. Gunakan hari ini untuk melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa dihargai oleh diri sendiri, seperti meditasi, membaca buku favorit, atau sekadar beristirahat tanpa rasa bersalah.
2.Batasi Media Sosial
Jika melihat unggahan romantis orang lain membuat Anda merasa sedih, jangan ragu untuk mengambil jeda dari media sosial. Fokuslah pada realitas Anda sendiri daripada membandingkannya dengan “panggung” orang lain.
3.Rayakan Hubungan Non-Romantis
Kesehatan jiwa sangat bergantung pada dukungan sosial. Gunakan momen ini untuk menghubungi sahabat lama atau keluarga. Menjalin hubungan non-romantis terbukti efektif mengurangi rasa terisolasi dan meningkatkan rasa berharga.
Kasih sayang tidak terbatas pada pasangan. Kirimkan pesan singkat kepada sahabat, orang tua, atau rekan kerja yang selalu mendukung Anda. Koneksi sosial ini adalah nutrisi penting bagi kesehatan mental.
4.Fokus pada Pertumbuhan, Bukan Perbandingan
Psikolog menyarankan agar para lajang lebih fokus mengembangkan potensi diri daripada merasa iri pada pasangan di sekitar. Gunakan Hari Valentine sebagai momentum untuk menetapkan tujuan hidup yang realistis dan positif.
5.Ubah Narasa Kesepian
Menjadi sendiri bukan berarti kesepian. Gunakan momen ini untuk merefleksikan pertumbuhan diri dan apa yang sebenarnya anda butuhkan untuk merasa Bahagia secara utuh.
6.“Self-Care” sebagai Kebutuhan, Bukan Kemewahan
Merawat diri adalah investasi jangka panjang untuk mental yang stabil. Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di Hari Valentine untuk memperkuat jiwa antara lain:
· Menulis surat cinta untuk diri sendiri: Mengakui pencapaian dan kekuatan pribadi.
· Bergerak untuk endorfin: Olahraga ringan selama 10 menit dapat memperbaiki suasana hati secara signifikan.
· Mindfulness dan Rasa Syukur: Fokus pada apa yang Anda miliki saat ini daripada apayang belum tercapai.
7. Lepaskan Diri dari Toxic Relationship
Momentum kasih sayang adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kualitas hubungan. Menjaga jiwa berarti berani mengambil jarak dari hubungan yang membuat Anda merasa direndahkan atau tidak didukung (toxic relationship). Keberanian untuk menetapkan batasan (boundaries) adalah langkah proaktif dalam merawat kesehatan mental profesional maupun pribadi.

Kesehatan mental bukan hanya tentang ketidakhadiran gangguan jiwa, tetapi tentang kemampuan untuk menghargai kesejahteraan diri di tengah tekanan apa pun. Rawatlah hati Anda hari ini, karena jiwa yang sehat adalah fondasi bagi semua jenis cinta lainnya. Kesehatan mental adalah hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada diri sendiri. Di Hari Valentine ini, ingatlah bahwa hati Anda layak mendapatkan perawatan yang sama besarnya dengan cinta yang Anda berikan kepada orang lain.
Sumber :
Health, D. (2014, Februari 14). Efek Psikis Valentine Bagi si Jomblo? Ini Dia Kata Psikolog. Retrieved from https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2497286/efek-psikis-valentine-bagi-si-jomblo-ini-dia-kata-psikolog#
KEMENKES. (2025, February 11). Self Love dan Kesehatan Mental. Retrieved from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3982/self-love-dan-kesehatan-mental
Resource, M. H. (2025, Februari). Self-Love and Mental Health: Embracing Self-care this Valentine’s Day. Retrieved from https://www.mentalhealthresource.org.uk/blog/self-love-and-mental-health
Syariah, P. (n.d.). Ketahui Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan 5 Caranya. Retrieved from https://www.prudentialsyariah.co.id/id/pulse/article/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental/