Gizinya Baik, Ya Jiwanya Sehat

Oleh : Erina Novita Putri, Amd.Gz

Kesehatan jiwa dan gizi memiliki keterkaitan yang erat dalam mempengaruhi kualitas hidup individu. Kesehatan jiwa adalah kondisi yang tidak kalah penting dibandingkan kesehatan fisik, keduanya sama-sama penting bagi kesejahteraan individu. 

Masalah kesehatan jiwa seperti stres, depresi, dan kecemasan seringkali ditandai dengan konseling maupun secara medis melalui pengobatan menggunakan obat antidepresan. Namun, ternyata terdapat faktor lain yang juga penting mempengaruhi stres. Ada yang disebut dengan Gut-Brain Axis, yang merupakan suatu jaringan komunikasi dua arah yang menjembatani hubungan antara usus dengan otak dan sebaliknya. Bakteri baik usus memproduksi dan meregulasi neurotransmitter seperti GABA (Gamma-Aminobutyric Acid), serotonin, dopamin, dan glutamat, yang bertanggung jawab atas sebagian besar permasalahan kesehatan mental kita. Hal tersebut menunjukkan bahwa intervensi untuk menangani masalah kesehatan jiwa dalam melalui gizi. Gizi berperan penting terhadap timbulnya depresi, durasinya, serta tingkat keparahannya. Asupan gizi yang tidak seimbang berkaitan dengan risiko seseorang mengalami depresi. Sebaliknya, nutrisi yang baik juga secara signifikan mempengaruhi kesehatan jiwa. Pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu berpikir jernih serta meningkatkan konsentrasi.

Menerapkan pola makan yang baik dapat membantu merasa lebih baik. Tidak perlu melakukan perubahan secara keseluruhan pada pola makan harian, namun cukup terapkan beberapa tips berikut ini: 

  1. Jaga kesehatan usus. Kesehatan usus yang baik dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan secara keseluruhan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, probiotik dan prebiotik. 
  2. Waspadai kafein dan dampaknya pada suasana hati. Kafein dapat menyebabkan masalah tidur, terutama jika diminum menjelang tidur, yang dapat membuat beberapa orang mudah tersinggung dan cemas. Kafein ditemukan dalam kopi, teh, cola, minuman berenergi, dan coklat.
  3. Makan secara teratur. Ini dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dan mencegah merasa lelah dan mudah marah.
  4. Tetap terhidrasi. Dehidrasi bahkan yang ringan sekalipun dapat mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan konsentrasi. Pastikan minum cukup air setiap hari.
  5. Konsumsi lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak lobak, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berminyak, alpukat, susu, dan telur. Otak membutuhkan lemak sehat untuk bekerja dengan baik. Hindari lemak trans yang biasanya ditemukan dalam makanan olahan atau kemasan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan suasana hati.
  6. Sertakan lebih banyak biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran dalam pola makan. Ini akan membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh otak dan tubuh untuk tetap sehat.
  7. Konsumsi protein pada setiap kali makan. Protein mengandung asam amino yang dibutuhkan oleh otak untuk membantu mengatur suasana hati.
  8. Jaga kesehatan usus. Kesehatan usus yang baik dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan secara keseluruhan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, probiotik dan prebiotik. 
  9. Waspadai kafein dan dampaknya pada suasana hati. Kafein dapat menyebabkan masalah tidur, terutama jika diminum menjelang tidur, yang dapat membuat beberapa orang mudah tersinggung dan cemas. Kafein ditemukan dalam kopi, teh, cola, minuman berenergi, dan coklat.

Sumber:

https://www.mentalhealth.org.uk/explore-mental-health/a-z-topics/diet-and-mental-health

https://www.haibunda.com/moms-life/20211008121610-76-244865/pengaruh-7-zat-gizi-penting-untuk-menjaga-kesehatan-mental-bunda-perlu-tahu

https://doi.org/10.2174/1871527321666220822172039

https://doi.org/10.7759/cureus.88420

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *