Oleh : dr. Ana Soelistiorini

Stres merupakan reaksi alami tubuh yang terjadi ketika seseorang dihadapkan pada suatu tekanan, atau berada dalam situasi yang mengharuskan individu menyesuaikan diri dengan cepat dengan suatu perubahan. Faktor penyebab stres dapat dipengaruhi dari diri sendiri ataupun lingkungan. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua stres itu buruk. Secara umum, stres terbagi menjadi dua jenis: Eustress (Stres Positif): Stres yang memacu motivasi, kreativitas, dan rasa bahagia. Eustress diperlukan ketika kita membutuhkan dorongan adrenalin saat mengejar tenggat waktu atau mencapai target prestasi. Distress (Stres Negatif): Kondisi ketika seseorang merasa kewalahan dan tidak sanggup mengatasi tekanan ataupun tantangan yang dihadapi. Jika dibiarkan dalam intensitas tinggi, distress dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.
Gejala-gejala Stres
Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Hal ini memicu reaksi fisik seperti detak jantung meningkat, otot menegang, dan kewaspadaan berlebih. Berikut adalah gejala stres yang dibagi ke dalam empat kategori:
1. Gejala Psikis
- Mudah frustrasi, marah, dan suasana hati (mood) berubah-ubah
- Merasa bingung, tidak berguna, atau rendah diri
- Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial
- Munculnya perasaan depresi
2. Gejala Fisik
- Pusing, mual, lemas, dan mulut kering
- Gangguan pencernaan (diare, sembelit, GERD, atau masalah lambung)
- Gangguan tidur (insomnia) atau perubahan berat badan yang drastis
- Penurunan gairah seksual dan keringat berlebih
- Jantung berdebar, tubuh gemetar, atau telinga berdenging
3. Gejala Kognitif
- Sulit fokus dan konsentrasi
- Menjadi mudah lupa
- Sering berpikiran negatif atau pesimis
- Kesulitan dalam mengambil keputusan
4. Gejala Perilaku
- Cenderung menghindari tanggung jawab
- Menunjukkan sikap gugup
- Cenderung pelarian pada zat-zat berbahaya seperti rokok atau alkohol
PERINGATAN: Segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan, hubungi tenaga profesional, dokter, Psikiater, Psikolog atau tenaga kesehatan. Jika Anda merasa tidak mampu mengendalikan rasa takut dan kepanikan, sulit beraktivitas sehari-hari, mengalami trauma mendalam, keluhan fisik berulang, kesulitan tidur atau gangguan tidur, serta memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.
Strategi Mengelola Stres (Self-Care)
Stres mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikelola agar tidak menurunkan kualitas hidup. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Berbagi cerita (curhat) atau Konseling
Ungkapkan beban pikiran dan perasaan kepada orang yang dipercaya atau meminta bantuan kepada tenaga profesional seperti Konselor, Psikolog dan Psikiater.
- Mengkonsumsi Asupan Makanan dengan Nutrisi Seimbang
Mencukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan bergizi. Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu stres, seperti alkohol, gula, makanan dan minuman yang tinggi kadar garam dan kafein.
- Aktivitas Fisik dan Olahraga
Olahraga memicu hormon endorfin yang membuat tubuh lebih rileks dan meningkatkan suasana hati.
- Salurkan Hobi
Melakukan hal yang disukai (membaca, memasak, bermain musik), aktivitas tersebut dapat memicu hormon dopamin meningkat (hormon bahagia).
- Berpikir Positif dan Mencoba Tenang
Mencoba mencari makna dan hikmah dari setiap kejadian atau tantangan yang dialami. Meditasi dan melatih mengelola nafas dapat membantu untuk fokus pada pikiran serta dapat menenangkan diri.
- Istirahat Cukup
Kurangnya waktu dan kualitas tidur dapat menurunkan suasana hati, energi dan konsentrasi. Saat tidur otak dan tubuh beristirahat dan memulihkan energi dan fungsi secara alamiah.
- Pendekatan Spiritual
Meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan, dapat membuat diri lebih tenang dan berserah.
Langkah Pengobatan dan Penanganan Stres

Mengelola stres bertujuan untuk membantu kita menjalani kehidupan sehari-hari tanpa kendala serta tetap bisa berdaya dan produktif. Adapun pengobatan dan penanganan stres bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
- Identifikasi Pemicu
Bertahap mencoba mencari tahu akar permasalah yang membuat tertekan dan merasa tidak nyaman.
- Menemukan Solusi Bertahap
Jika sudah menemukan penyebabnya, mulai dengan solusi yang paling mudah dilaksanakan dan susun rencana selanjutnya.
- Konsultasi dengan Tenaga Profesional
Jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan seperti dokter, psikolog atau psikiater jika stres mulai mengganggu fungsi hidup Anda.
Dengan mengenali tanda-tanda stres lebih awal, diharapkan Anda mampu mengambil langkah penanganan yang positif serta menghindari perilaku tidak sehat yang dapat memperburuk keadaan.
Sumber :
P2PTM KEMENKES RI : Cara Mengatasi Stres dan Mencapai Jiwa yang Sehat
WHO : Question and Answers About Stress
Healthline : Everything You Need to Know About Stress