Kerja Produktif Dimulai dari Kesehatan Mental yang Baik

Oleh : Siska Wulandari, S.KM

Kesehatan mental bagi pekerja sangat diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan pekerja di lingkungan kerja. Perusahaan yang memiliki kepedulian pada kesehatan mental pekerjanya akan membuat para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman saat bekerja. kesehatan mental penting bagi pekerja untuk meningkatkan etos kerja, menumbuhkan potensi diri, serta meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan dituntut untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tenaga kerjanya termasuk kesehatan mental pekerjanya, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja yang memuat peraturan pemerintah mencakup kesehatan mental pekerja. Produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan dan pengalaman, tetapi sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental.

Mengapa kesehatan mental penting dalam produktivitas kerja?

  • meningkatkan konsentrasi dan fokus. Pikiran yang tenang memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • membantu pengambil keputusan. Kondisi mental yang stabil membuat seseorang lebih rasional dan tidak impulsif.
  • mengurangi kesalahan kerja. Stres berlebih dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan risiko error.
  • meningkatkan kreativitas dan inovasi. Mental yang sehat akan mendorong ide-ide baru dan solusi yang lebih baik.
  • menjaga hubungan kerja yang harmonis. Emosi yang terkontrol membantu komunikasi yang lebih efektif.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

  • kelola stress dengan baik dapat menggunakan teknik relaksasi, napas dalam, atau jeda sejenak
  • atur waktu kerja dan istirahat secara seimbang
  • bangun komunikasi yang positif dengan rekan kerja
  • bangun aktivitas fisik ringan secara rutin
  • cari bantuan profesional jika diperlukan

Bentuk support perusahaan terhadap kesehatan mental pekerja dapat berupa:

  • penyesuaian jam kerja yang fleksibel, 
  • pemberian waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas, 
  • penyediaan akses layanan kesehatan mental seperti konseling atau pemeriksaan psikologis, 
  • fasilitas ruang istirahat yang nyaman, 
  • dukungan terhadap kebutuhan pengobatan, serta 
  • komunikasi terbuka antara atasan dan pekerja untuk mengurangi stres kerja. 

Selain itu, perusahaan juga dapat menyediakan program kembali bekerja (back to work) secara bertahap bagi pekerja yang sedang dalam pemulihan, serta penempatan kerja yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan pekerja agar tetap dapat berkembang secara optimal.

Kesehatan mental adalah pondasi utama dalam menciptakan kerja yang produktif. Diperlukan keseimbangan antara pekerjaan dan kondisi psikologis, sehingga individu dapat bekerja lebih optimal, bahagia, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu maupun perusahaan untuk mulai peduli dan berinvestasi pada kesehatan mental.

Sumber :

World Health Organization (WHO). (2022). Mental health at work.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Kesehatan Mental di Tempat Kerja.

American Psychological Association (APA). (2021). Workplace Stress and Mental Health.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: recent research and its implications. World Psychiatry.

whardani, miranty novia. (2024). Analis Kepegawaian Ahli Muda. Kementerian Kesehatan RI PJKN RS Marzoeki Mahdi.

Ompusunggu, Fransiska, dkk. 2023. Pekerja sehat produktivitas kerja meningkat: edukasi kesehatan mental di lingkungan kerja. Jakarta: Prosiding PKM-CSR Jurnal Kesehatan Kerja. View of PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI KESEHATAN MENTAL DI LINGKUNGAN KERJA